Wednesday, January 16, 2013

IBD BAB V : MANUSIA DAN KEINDAHAN


MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud. Keindahan identik dengan kebenaran. Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi 4 hal, yaitu keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
Menurut The Liang Gie pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai mora, ekonomik, pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.


Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan yang berdasarkan selera seni didukung oleh 2 faktor, yaitu faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar dihubungkan dengan bentuk diluar diri manusia, maka akan terjadi penilai bahwa sesuatu itu indah. Dengan kata lain kontemplasi adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, dan ekstansi adalah faktor untu merasakan keindahan.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi dapat berupa pengalaman. 

Keindahan menurut pandangan romantik
Dari perkataan penyair John Keats (1795-1821) menggambarkan bahwa keindahan hanyalah sebuah konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Keats juga berpendapat orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jumlahnya. Mereka mempunya negative capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak menentu, dan misterius tanpa mengganggu keseimbangan jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan. Pada hakekatnya negative capability adalah suatu proses. Proses ini membuat seseorang menjadi kreatif. Orang yang tidak mempunyai negative capability menganggap semuanya sudah jelas sehingga tidak berfikir kreatif.

Renungan
Renungan artinya memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori pengungkapan, dalil teori ini ialah “seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia”.
Teori metafisik, teori ini merupakan salah satu teori yang tertua, berasal dari Plato. Plato mengungkapkan bahwa sumber seninya adalah suatu teori peniruan (imitation theory). Plato mendalilkan adanya dunia ide taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Di taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi, karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi.
Teori psikologis, menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-manin (play impulse) yang ada dalam diri seseorang, semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.

Keserasian
Keserasian artinya cocok, dan sesuai. Kata cocok, dan sesuai benar mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keserasian akan menciptakan keindahan, dan ketidakserasian akan menciptakan ketidaknyamanan.
The Liang Gie mengungkapkan ada dua teori dalam menciptakan seni yaitu teori obyektif dan teori subyektif. Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan adalah sifat yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif ialah memandang keindahan dalam suatu hubungan diatara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya.

Thanks for visiting ...
Have a beautiful day!! ... :D 

No comments:

Post a Comment