Tuesday, October 16, 2012

Ilmu Budaya Dasar untuk Mahasiswa Psikologi


Latar Belakang Ilmu Budaya Dasar
pada Mahasiswa S1 Psikologi


Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah Ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan, Ilmu Budaya Dasar ini masuk kedalam mata kuliah jurusan Psikologi, pada postingan kali ini saya akan membahas apa yang melatar belakangin Ilmu Budaya Dasar ini patut dipelajari oleh mahasiswa jurusan Psikologi.
Menurut Koentjaraningrat (1980), “Kebudayaan” berasal dari kata sansekerta “Budhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “Budhi” yang memiliki arti “Budi” atau “Akal”. Bisa diartikan “Kebudayaan” adalah hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Kebudayaan mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan, pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari sebuah kumpulan masyarakat. Jadi, Kebudayaan dalam Ilmu Budaya dasar adalah pengolahan nilai-nilai insani, usaha manusia dalam alam lingkungan baik fisik maupun sosial.
“Kenapa Ilmu Budaya Dasar harus dipelajari oleh Mahasiswa S1 Psikologi?”, seperti yang kita tahu, Psikologi mempelajari semua aspek kehidupan baik secara fisiknya maupun kehidupan sosialnya, seorang Psikolog harus mengerti setiap keadaan dan meminimalisir kesalah pahaman akan sesuatu, dari Ilmu Budaya Dasar inilah semua mahasiswa Psikologi diberi kesempatan untuk mempelajari keanekaragaman budaya yang ada di negeri ini. Seperti yang kita tahu Indonesia adalah negara kepulauan, yang memiliki keunikan dan ciri khas masing masing, tidak bisa disamakan dari satu tempat dengan tempat lainnya, terdiri atas berbagai suku bangsa, adanya perubahan yaitu pembangunan yang bersifat positif dan negatif yang bisa menimbulkan konflik, kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) karena sudah termasuk dunia global jadi semuanya dituntut serba canggih, hal ini menimbulkan dampak yang positif dan juga negatif, positif karena semakin canggih IPTEK suatu negara maka itu membuktikan bahwa negara tersebut adalah negara yang maju, tetapi hal itu juga bisa menggeser nilai nilai budaya yang ada pada negara tersebut.


Harapan dari Pembelajaran Ilmu Budaya Dasar
untuk Mahasiswa S1 Psikologi


Setelah mempelajari Ilmu Budaya Dasar, mahasiswa Psikologi diharapkan mengetahui dan mengerti tentang konsep-konsep dasar IBD dan juga memahami pengertian umum IBD yang dapat dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dapat mengenal lebih dalam mengenai dirinya sendiri dan juga orang lain yang biasanya hanya dinilai luarnya saja, IBD juga bisa dijadikan sebagai bekal penting untuk bergaul di kehidupan sosial, dimana nantinya akan bertemu dan mengenal banyak orang yang berbeda beda asalnya, mampu menghargai budaya yang ada disekitar dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang. Ilmu Budaya Dasar ini mempelajari hubungan manusia dengan kebudayaannya.


Sumber :
http://nizam-amri.blogspot.com/2011/03/ilmu-budaya-dasar.html
http://jallypop.wordpress.com/2011/11/08/perbedaan-antara-ilmu-budaya-dasar-dan-ilmu-pengetahuan-sosial/
http://p4ruli4n.wordpress.com/memahami-kosep-umum-tentang-ilmu-budaya-dasar/

Nama : Indri Adi Fitriani
Kelas : 1PA08
NPM : 13512716
indriadifitriani@gmail.com

Friday, October 5, 2012

Hello Univ Life!!!! ~hha...


Jedeerrrrr....!!!!! postingan pertama di Bulan ini adalah postingan tugas, jadi agak aneh juga sih biasanya cuma cerita ngalor ngidul doang, eeeh... ada bahasan yg serius, hha... jadi,  it’s time for unformal posting, hha...

Well, it’s almost two weeks for me “being” a college student, hha... I’m not a high school student anymore, since I got my ijazah.. hha...

After long search, so many university I’ve tried and many times I got rejected by them, SO...HERE I AM NOW.. as a Guadarma college student majoring Psychology, happy and sad when I know that I’ve accepted in this Univ, happy that I WILL learn what I want “Psychology” –this is my dream since I was a Junior student, and sad that I’m not a public college student, first time I felt angry with myself and felt sorry to my parents and my brothers, that my work not as big as my will, hha... yaa.. regret always comes late... so that, I think I wanna go for next year test, I wanna try once more for get into public univ, insyaallah UI – Psychology, amin... :D

Pengalaman setelah jadi mahasiswa, “cukup” mengejutkan karena semuanya BARU, hari pertama jadi mahasiswa aja udah ngerasain disuruh nungguin dosen yang lamaaaa sangat datengnya, bingung nyari pindahan kelas karena ngurusnya harus ke ruang sekjur, kenal sama orang orang baru yang gabisa ditebak gimana aslinya, ada yang keliatan calm tapi nyatanya brutal, dan tampaknya brutal tapi kelakuannya kaya orang calm, hha... yaa.. masih menikmatilah hari hari sebagai maba –mahasiswa baru, dan belum terlalu banyak juga list tugas.

So.. this is my write for today...

Semangat semua Mahasiswa Baru!!
walaupun terasa Asing denga Kehidupan Baru ini tapi pasti kita Bisa karena Biasa :D

Thanks for visiting ....
Indri ... :D

Ilmu Budaya Dasar


PENDAHULUAN

Mata kuliah IBD adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang kebudayaan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan mata kuliah ini dapat menjadi bahasa pemersatu bagi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki satu bekal yang sama diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi. Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akan memperlancar proses pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian.
Dengan mendapat mata kuliah IBD mahasiswa diharapkan natinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudaaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. IBD bukan pelajaran sastra, bukan filsafat, bukan sesuatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Sesuai dengan namanya Ilmu Budaya Dasar, kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya, masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri. Pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna. Ini tentu menyangkut sikap moral yang diharapkan memperlengkapi mahasiswa dengan pengalaman luas yang padu yang akan membimbingnya kearah pembentukan ukuran-ukuran, rasa dan nilai-nilai dengan tidak bergantung pada orang lain.
Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapatkan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memeperlihatkan, minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya dan mengapa. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiriKeberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggungjawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dibenarkannya.
Latar belakang diberikannya IBD selain melihat konteks budaya Indonesia juga sesuai dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi dalam rangka menyempurkan pembentukan sarjana.Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas:
1. Kemampuan akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya
2. Kemampuan professional; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
3. Kemampuan personal ; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Dengan seperangkat kemampuan yang dimilikinya lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadai sarjana yang cakap, ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan umat manusia pada umumnya.


PEMBAHASAN

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
a.       Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.
b.      Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
c.       Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataanyang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat:
a.       Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
b.      Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Denganmemiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menunjuk kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan
Mahasiswa dapat memahami dan menghayati berbagai kenyataan yang diwujudkan oleh kebudayaan dan dapat mengkaji semua hubungan antara manusia dan kebudayaan, mengetahui hakekat manusia,mengerti tentang semua unsur-unsur kebudayaan Mahasiswa dapat menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
Tujuan Instruksional Khusus :
• Mahasiswa dapat menjelaskan hakekkat manusia
• Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur
• Mahasiswa dapat menunjukan bagan psiko-sosiogram manusia
• Mahasiswa dapat mendefinisikan kebudayaan
• Mahasiswa dapat menyebutkan 7 unsur kebudayaan universal
• Mahasiswa dapat menyebutkan 3 wujud kebudayaan menurut dimensi wujudnyaManusia
Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ). Dan lain sebagainya.
1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
• Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
• Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
• Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
• Nafas; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
• Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
• Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
• Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsure-unsur manusia. Seringkali misalnya orang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh Id dibandingkan super-egonya. Atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dapat diterangkan dengan mengacu pada unsur nafsu (kesadaran diri ) yang dimilikinya. Kesemuanya tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.
Hakekat Manusia :
1. Mahluk ciptaan Tuhan yagn terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya.
3. Mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yagn budayawi.
4. Mahluk Ciptaan Tuhan yagn terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:  Mata kuliah IBD adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari.
B.     Sumber
1. Widoyo Nugroho, Ilmu Budaya Dasar; Gunadarma, Jakarta. 1996.
2. Muhamad Kadir SH, Ilmu Budaya Dasar; Fajar Agung, Jakarta, 1990.
3.www.slideshare.com/ilmu budaya dasar
4. http://ridwan202.wordpress.com/2008/10/16/manusia-sebagai-makhluk-budaya/
5.http://isbdbynurulkamilah1cmatematika.blogspot.com/2011/03/budaya.html
6.http://rizagustia.wordpress.com/2011/05/22/ilmu-budaya-dasar/


Nama : Indri Adi Fitriani
NPM : 13512716
Kelas : 1PA08
indriadifitriani@gmail.com