Friday, March 29, 2013

MATEMATIKA dan IAD – Ruang Lingkup IPA

Pertemuan III


A. Alam Semesta (Mikrokosmos – Makrokosmos)

Alam Semesta di dunia ada untuk kehidupan manusia, yang diciptakan oleh Tuhan untuk kita –manusia. 
Alam Semesta mencakup  tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil –atom, elektron,sel, amuba, dll. Sedang Makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuranyang sangat besar –bintang,  planet, dan galaksi.

B. Teori terjadinya Alam Semesta

Banyak sekali para ilmuwan mengemukakan teori terjadinya Alam Semesta, dari semua teori, pada dasarnya ada 2 teori terjadiny Alam Semesta, teori letusan hebat atau sering kita sebut dengan Big Bang theory dan teori keadaan tetap atau steady state.
  • Teori Letusan Hebat
Jagat raya tercipta dari suatu ketaidaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Pada awalnya alam semesta ini berupa satu massa maha padat. Massa maha padat ini dapat dianggap suatu atom maha padat dengan ukuran maha kecil yang kemudian mengalami reaksi radioaktif dan akhirnya mneghasilkan ledakan maha dahsyat.
  • Teori Keadaan Tetap
Teori ini tidak lebih dari perpanjangan paham materialistis abad ke 19 yang mengabaikan adanya sang Pencipta dan model semesta yang tanpa batas. 
Ketika alam semesta mengembang, materi baru terus-menerus muncul dengan sendirinya dalam jumlah tepat sehingga alam semesta berada dalam “keadaan stabil”. Galaksi baru yang terciptakan dari materi baru ini akan membuat jagat raya tampak sama sepanjang masa.  

C. Anggota Sistem Tata Surya

  • Bintang
Benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti pelanet Bumi, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Jupiter.
  • Planet
Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya. Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut orang sebagai bintang fajar.
  • Meteor
Benda-benda di luar angkasa dengan kecepatan yang cepat. Jumlah meteorit di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak dengan berbagai bentuk, jenis, bahan kandungan, warna, sifat dan sebagainya.
  • Komet
Benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.
  • Asteroid
Benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalamTata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya.

D. Bumi bagian dari Sistem Tata Surya

Bumi adalah planet ketiga dala Sistem Tata Surya. Dan disinilah tempat manusia hidup. Manusia dapat hidup di Planet bumi ini karena adanya atmosfer, karena ciri-ciri planet yang dapat ditempati adalah adanya atmosfer yang cukup. Atmosfer mengandung ±20% oksigen. 

E. Lapisan Planet Bumi
  • Inti Bumi (Barisfer/ Santrofer)
Terdiri dari nikel dan besi, dan lapisan itu disebut nife(niccolum=nikel). Lapisan ini berjari-jari 3470 km. Berat jenisnya rata-ratanya 10. Diatas lapisan nife terdapat lapisan antar yang elastis. Susunan zatnya seperti batu meteorid dengan berat jenis rata-rata 5, tebalnya kira-kira 1700 km.
  • Kulit Bumi (Lithosfer)
Lapisan bumi bagian atas, tebalnya ±1200 km. Kulit bumi merupakan lapisa yagn vital bagi manusia berupa benua dan pualu-pulau. Terletak di lapisan pengantara.
  • Lapisan Air (Hidrosfer)
Semua peraiaran yang berada di bumi, yaitu samudra, laut, danau, sungai, dan air tanah. Hidrosfer tidak seluruhnya menyelimuti bumi tetapi 71% saja, sebagian besar terdirii dari samudra dan lautan
  • Lapisan Udara (Atmosfer)
Lapisan udara atau gas yang menyelubungi bumi. Atmosfer termasuk bagian  bumi dan karena pengaruh gaya berat, atmosfer ikut berputar bersama-sama bumi setiap hari yang beredar mengelilingi matahari setiap tahun.

F. Teori tentang Planet Bumi

  • Teori Kabut (Nebula) –Immanuel Kant (1775) dan Pierre Simon de Laplace (1799)
Tata surya adalah berupa gumpalan kabut (nebula) yang berputar. Mula-mula putaran kabut lambat. Karena adanya perputaran, volume dan suhu gumpalan berkurang dan akhirnya kabut ini menggumpal di pusat putaran, membentuk lempengan padat. Lempengan ini berputar semakin cepat sehingga ada bagian lempengan yang terlempar keluar dan kemudian mengalami penurunan suhu. Bagian yang terlempar ini kemudian menjadi planet-planet dan anggota tata surya lainnya. Inti kabut terus memadat, menjadi matahari.

  • Teori Apung Benua (Continental Drift) ¬–Alfred L.Wegener (1912)
Benua tersusun dari batuan sial yang terapung pada batuan sima yang lebih besar berat jenisnya. Pergerakan benua itu menuju khatulistiwa dan juga ke arah barat. Hipotesis utamanya adalah di bumi pernah ada satu benua raksasa yang disebut Pangaea artinya “semua daratan” yang dikelilingi oleh Panthalassa artinya “semua lautan”. Selanjutnya, 200 juta tahun yang lalu Pangaea pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil yang kemudian bergerak menuju ke tempatnya seperti yang dijumpai saat ini.
  • Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonics) –Alfred L.Wegener (1968)
Teori ini menyaakan bahwa bagian atas bumi terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.

Credit : http://teoripembentukanjagadrayadanbumi.blogspot.com  ; http://edukasi.kompasiana.com

Thanks for visiting...
aieuo... ∩(︶▽︶)∩

No comments:

Post a Comment