Friday, March 29, 2013

Matematika dan IAD – Pendahuluan

Pertemuan II


A. Metode Ilmiah

Pengetahuan tidak ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan secara sistematik terhadap kemampuan diri manusia ataupun terhadap ide di dalam pikiran manusia secara deduktif dan analitik. Misalnya, pencak silat, bela diri, kebatinan, matematika, dan sebagainya.

Sedangkan, pengetahuan ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan dengan mengolah atau memikirkan realita yang berasal dari luar diri manusia secara ilmiah, yakni dengan menerapkan metode ilmiah. Mialnya, kumpulan pengetahuan mengenai suatu hal tertentu (objek/lapangan) yang merupakan kesatuan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis yang dapat dipertanggung jawabkan dengan menunjukan sebab-sebab hal/kejadian itu.


Langkah langkah operasional metode ilmiah :

  • Perumusan Masalah : menyatakan pertanyaan apa?, mengapa?, bagaimana? Tentang objek yang sedang diteliti.
  • Penyusunan Hipotesis : suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang ditetapkan. Atau bisa dibilag sebagai dugaan sementara namun tetap didukung oleh pengetahuan yang ada. Dan masih dibutukan observasi atau eksperimen untuk membuktikannya.
  • Pengujian Hipotesis : usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan. Fakta ini bisa diapatkan melalui pengamatan langsung, uji coba, atau eksperimen.
  • Penarikan Kesimpulan : penarikan kesimpulan didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta. Hipotesis dapat diterima bila fakta-fakta yang terkumpul mendukung hipotesis tersebut. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah dan merupkan bagian dari ilmu pengetahuan

Keunggulan metode ilmiah, antara lain :

  • Mencintai kebenaran yang objektif dan bersikap adil.
  • Kebenaran ilmu yang absolute sehingga dapat dicari terus menerus.
  • Mengurangi kepercayaan pada tahayul, astrologi maupun peruntungan.

Sedangkan keterbatasan metode ilmiah adalah ketidak sanggupannya menjangkau untuk menguji adanya Tuhan, membuat kesimpulanyang berkenaan dengan baik buruk atau system nilai dan juga tidak dapat menjangkau tentang seni dan keindahan.


B. Perkembangan IPA

Munculnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA ) diperkirakan pada sekitar abad pertengahan (1500-1600). Pada saat ini banyak oang yang menjadi ahli dibeberapa bidang ilmu pengetahuan , seperti Copernicus dan Galileo yang tidak saja sebagai astronot, tetapi juga ahli dalam bidang pengobatan dan ahli matematika.
Ilmu pengetahuan semakin hari semakin berkembang sehingga orang sulit mempelajari secara keseluruhan. Orang tidak lagi menjadi ahli dalam banyak bidang ilmu karena masing-masing ilmu sudah semakin luas dan mendalam.
Ilmu pengetahuan alam mempunyai cakupan yang sangat luas sehingga ilmu pengetahuan alam menjadi berbagai disiplin ilmu.



Credit : http://www.sentra-edukasi.com ; http://nurainel-mardia.blogspot.com

Thanks for visiting...
aiueo.. (^▽^)

No comments:

Post a Comment