Thursday, October 10, 2013

Peran Sosial Individu dalam Internet

Dalam kesempatan ini saya akan membahas tentang perna sosial individu dalam internet terutama berkaitan dengan prososial, serta dampak negatif dalam penggunaan internet.

Prososial adalah Perilaku prososial dapat dimengerti sebagai perilaku yang menguntungkan penerima, tetapi tidak memiliki keuntungan yang jelas bagi pelakunya. (William –1981). Menurut Gerungan (2000), perilaku prososial mencakup perilaku yang menguntungkan orang lain yang mempunyai konsekuensi sosial yang positif sehingga akan menambah kebaikan fisik maupun psikis. Pada intinya Prososial adalah perilaku baik pada orang lain. 

Perilaku Prososial mencakup 5 aspek, yaitu :
  • Berbagi (Sharing), bercerita kepada orang lain tentang keadaan suka maupun duka.
  • Menolong (Helping), memberikan bantuan atau menawarkan sesuatu kepada orang lain baik secara moril maupun materiil yang sekiranya dapat menunjang keberlangsungan kehidupan orang lain.
  • Kerjasama (Cooperating), bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
  • Berderma (Donating), memberikan secara sukarela sebagian barang miliknya kepada orang lain yang sedang membutuhkan.
  • Mempertimbangkan kesejahteraan orang lain, memberi sarana bagi orang lain untuk memudahkan orang tersebut, memiliki kepedulian terhadap orang lain dengan mengindahkan dan menghiraukan masalah orang lain.
Dampak Negatif dalam penggunaan Internet 

Sebenarnya banyak pendapat tentang dampak negative dalam penggunaan internet ini, tapi pada tulisan ini saya akan fokus pada masalah anti-sosial, pornografi, gambling, dan deindividuasi.

× Anti-sosial

Perilaku anti sosial adalah perilaku yang sama sekali tidak fleksibel, seseorang yang memiliki kepribadian acuh-tak acuh, tidak peduli dengan kehidupan sosialnya, dan saat berbicara biasanya seseorang yang anti-sosial adalah seseorang yang blak-blakan –tidak memikirkan perasaan lawan bicara.

Namun anti-sosial ini dalam kehidupan global saat ini dapat berupa ketidakserasian kehidupan seseorang secara nyata dengan kehidupan maya. Kita tahu bahwa zaman semakin berkembang, teknologipun semakin maju, banyak sosial media yang digunakan para an-sos untuk “menyampah”, mengatakan sesuatu hal yang tidak perlu, dan tidak sesuai dengan kepribadian aslinya. Misalnya pada kehidupan nyatanya ia adalah seseorang yang pemalu namun saat ia sedang berinteraksi sosial, perilakunya berubah total menjadi seseorang yang sangat vocal.

× Pornografi

Dengan Internet gambar, cerita, dan film porno semakin mudah diperoleh. Cukup dengan mengetik serangkaian kata ke search engine yang identik dengan istilah-istilah yang berkonotasi porno, akan diperoleh segera situs-situs yang menyajikan semua ini. Atau bahkan saat kita mengetikkan serangkaian kata yang tidak ada hubungannya dengan pornografi sering ditemukan sebuah iklan, atau gambar berbau pornografi. 

Kenyataannya dalam seminggu ada lebih dari 4000 situs porno dibuat, inilah salah satu dampak negatif internet. Kita semua pasti tahu bahwa pornografi tidak hanya dapat merusak moral seseorang tetapi pada fisiknya juga.

× Gambling

Gambling  merupakan istilah dalam bahasa inggris mengenai perjudian dalam bahasa indonesia. Bila gambling tersebut dilakukan dengan media internet disebut cyber gambling. Perjudian sebagai memasang taruhan atas suatu permainan atau kejadian tertentu dengan harapan memperoleh suatu hasil atau keuntungan yang besar. Apa yang dipertaruhkan dapat saja berupa uang, barang berharga, makanan, dan lain-lain yang dianggap memiliki nilai tinggi dalam suatu komunitas. Kegiatan perjudian dalam internetpun dapat merusak moral seseorang dan membuat seseorang tsb menjadi malas, terlebih lagi apabila ia sudah kecanduan “gambling”, besar kemungkinannya ia akan mengorbankan harta bendanya demi meraup keuntungan yang sebetulnya belum pasti ia dapatkan

× Deindividuasi

Menurut Festinger, Pepitone & Newcomb, 1952, menyatakan deindividuasi adalah keadaan hilangnya kesadaran akan diri sendiri (self awareness) dan pengertian evaluatif terhadap diri sendiri (evaluation apprehension) dalam situasi kelompok yang memungkinkan anonimitas dan mengalihkan atau menjauhkan perhatian dari individu. Contohnya yaitu yang dilakukan pendukung olahraga dan kerumunan pemarah seperti demonstran.


credit : 
http://ristiyaheralita.blogspot.com/2010/11/teori-deindividuasi.html 
http://www.master.web.id/mwmag/issue/03/content/fokus-realitas_pornografi/fokus-realitas_pornografi.html
http://kumpulan.info/keluarga/anak/165-lindungi-anak-dari-bahaya-internet.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelakuan_anti-sosial

No comments:

Post a Comment