Pages

Showing posts with label Ilmu Budaya Dasar **. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Budaya Dasar **. Show all posts

Saturday, January 19, 2013

IBD BAB XI : MANUSIA DAN HARAPAN


MANUSIA DAN HARAPAN

Manusia pasti memiliki harapan, tanpa harapan manusia itu mati. Berhasil tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang menginginkan harapan. Harapan harus berdasarkan keyakinan akan berhasil, selain usaha jangan lupa disertai oleh doa.

Manusia adalah makhluk sosial, dimana setiap manusia lahir ia akan langsung disambut oleh dunia beserta pergaulannya. Adapun penyebab seseorang memiliki harapan, yaitu :
- Dorongan kodrat : bawaan dari lahir, seperti menangis, tertawa, berfikir, dll/
- Dorongan kebutuhan hidup : manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan hidup.

Kepercayaan ialah mengakui dan meyakini akan kebenaran.
Berbagai macam kepercayaan dan usaha meningkatkannya :
1. Kepercayaan pada diri sendiri.
2. Kepercayaan kepada orang lain.
3. Kepercayaan kepada pemerintah.
4. Kepercayaan kepada Tuhan.

Dan usaha yang dapat dilakukan ialah meningkatkan ketaqwaan kita dengan melakukan ibadah, meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia (tolong menolong), mengurangi nafsu untuk menimbun harta, menekan perasaan negatif (iri, dengki, fitnah, dll).

Thanks for visiting...
Have a nice day!! :D

Friday, January 18, 2013

IBD BAB X : MANUSIA DAN KEGELISAHAN


MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Kegelisahan adalah wujud seseorang yang tidak tentram hatinya. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku dan situasi dari orang tersebut, seperti melakukan sesuatu yang tidak biasanya. Kegelisahan secara garis besar bisa diartikan dengan kecemasan, dan kecemasan ini berkaitan dengan masalah frustasi.

Menurut S.Freud kecemasan ada 3 macam yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neoritik dan kecemasan moril.

IBD BAB IX : MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus bahasa Indonesia adalah, kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Tanggung jawab sudah menjadi bagian hidup manusia, manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dengan lingkungannya.


Thursday, January 17, 2013

IBD BAB VIII : MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup bersifat kodrati. Pandangan hidup juga menentukan masa depan seseorang. Pandang hidup merupakan pendapat atau pertimbangan yang dijadikan sebagai pegangan atau pedoman hidup di dunia. 

Pandangan hidup berdasarkan asalanya terdiri dari 3 macam, yaitu berasal dari agama (mutlak kebenarannya), berupa ideologi (disesuaikan dengan kebudayaan dan norma), dan hasil renungan (hasil pemikiran yang relatif kebenarannya).

Pandangan hidup pada dasarnya mempunya 4 unsur berupa cita-cita, kebajikan, usaha, dan keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

IBD BAB VII : MANUSIA DAN KEADILAN


MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban.
Macam-macam Keadilan :
- Keadilan legal atau keadilan moral : seseorang bertindak sesuai dengan sebagaimana mestinya. Sesuai dengan porsinya masing-masing.
- Keadilan distributif : menurut Aristoteles keadilan terlaksana apabila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama. Contohnya : pembagian bonus pegawai yang sudah lama bekerja dengan yang baru bekerja, orang lama mendapatkan bonus lebih besar dibandingkan orang baru.
- Keadilan komutatif : bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.

IBD BAB VI : MANUSIA DAN PENDERITAAN


MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Peranan individu ikut menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Penderitaan bisa menjadi sebuah energi untuk bangkit atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan merupakan “risiko” hidup yang akan dirasakan manusia. Pada umumnya Tuhan telah memberikan tanda sebelum datangnya penderitaan, Tuhan memberikan penderitaan sebagai pelajaran bermakna agar manusia tidak berpaling dariNya. Tanda-tanda tersebut dapat berupa mimpi atau bacaan tentang penderitaan. Bagi manusia yang tebal imannya, musibah akan cepat menyadarkan dirinya dan bertobat dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan. Dalam kepasrahan akan diperoleh suatu ketenangan hati, dan berangsur-angsur berkurang penderitaannya, dan akhirnya bersyukur kepada Tuhan bahwa tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.

Wednesday, January 16, 2013

IBD BAB V : MANUSIA DAN KEINDAHAN


MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud. Keindahan identik dengan kebenaran. Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi 4 hal, yaitu keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
Menurut The Liang Gie pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai mora, ekonomik, pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.


Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan yang berdasarkan selera seni didukung oleh 2 faktor, yaitu faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar dihubungkan dengan bentuk diluar diri manusia, maka akan terjadi penilai bahwa sesuatu itu indah. Dengan kata lain kontemplasi adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, dan ekstansi adalah faktor untu merasakan keindahan.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi dapat berupa pengalaman. 

IBD BAB IV : MANUSIA DAN CINTA KASIH


MANUSIA DAN CINTA KASIH

Arti cinta dan kasih bisa dibilang saling berkaitan satu sama lain. Kata kasih memperkuat rasa cinta. Sehingga cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Namun terdapat perbedaan antara keduanya. Cinta lebih mengarah kepada mendalamnya rasa, sedangkan kasih terwujud karena adanya cinta. Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia.

Menurut Eric Fromm dalam bukunya, “cinta itu terutama memberi bukan menerima”. Dan paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi bukan berupa materi. Suatu cinta dapat dibina secara lebih baik dengan memperhatikan 4 unsur dasar, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.

Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, cinta memiliki tiga unsur yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk.
- Cinta diri
- Cinta sesama manusia
- Cinta seksual
- Cinta bapa pada anak
- Cinta kepada Allah
- Cinta kepada Rasul

IBD BAB III : KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN


KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Disetiap jaman, seni termasuk sastra yang memegang peranan yang penting dalam humanities (berbudaya). Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan. Seni bersifat tidak normatif sehingga lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.
Sastra mempunyai peranan yang lebih penting, karena sastra mempergunakan bahasa. Bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung semua pernyataan kegiatan manusia, dalam melahirkan ilmu pengetahuan atau ilmu sosial. Jadi secara garis besar manusia sebagai homo humanus membutuhkan sastra untuk berkomunikasi dalam berbagai hal.

Tuesday, January 15, 2013

IBD BAB II : MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia
Banyak pengertian mengenai manusia, berbagai ilmu memiliki artinya tersendiri, hal ini dikarenakan manusia dapat dilihat dari banyak segi ilmu dan juga memiliki banyak kepentingan
Dua pandangan tentang unsur-unsur yang membangun manusia :
  1. Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu : jasad, hayat, ruh, dan nafs
  2. Manusia sebagai satu kepribadian, terdiri dari 3 unsur yaitu : id, ego, dan superego 

Hakekat Manusia
  1. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh adalah materi fisik yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan. Dan jiwa adalah nyawa dari tubuh, karena jiwa bersifat kekal, apabila tubuh manusia tersebut sudah mati, jiwa akan tetap ada dan kembali keasalnya yaitu Tuhan.
  2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia dilengkapi oleh akal, perasaan, dan kehendak. Akal digunakan manusia untuk berfikir dan menciptakan ilmu. Perasaan digunakan manusia untuk menciptakan kesenian. Perasaan ada 2 macam:
    • Perasaan Inderawi 
    • Perasaan Rohaniah : intelektual (pengetahuan), estetis (keindahan), etis (kebaikan), diri (harga diri karena merasa memiliki kelebihan dari yang lain), sosial (hidup bermasyarakat) dan religius (agama atau keyakinan)
  3. Makhluk biokultural. Makhluk hayati yang budayawi.
  4. Makhluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya. Hidup memiliki 3 taraf :
    • Kehidupan estetis : mampu menagkap dunia dan sekitarnya lalu menuangkannya kembali dalam bentuk karya (lukisan, nyanyian, tari)
    • Kehidupan etis : bentuk-bentuk keputusan bebas yang dipertanggung jawabkan
    • Kehidupan religius : manusia menghayati pertemuan dengan Tuhan.

IBD BAB I : TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR


TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

ILMU BUDAYA DASAR adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang masalah-masalah dalam hidup. Ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan contong membuat manusia-manusia spesialis terfokus pada satu bidang. Relatif terlalu mengesampingkan bidang-bidang lain.

Tuesday, October 16, 2012

Ilmu Budaya Dasar untuk Mahasiswa Psikologi


Latar Belakang Ilmu Budaya Dasar
pada Mahasiswa S1 Psikologi


Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah Ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan, Ilmu Budaya Dasar ini masuk kedalam mata kuliah jurusan Psikologi, pada postingan kali ini saya akan membahas apa yang melatar belakangin Ilmu Budaya Dasar ini patut dipelajari oleh mahasiswa jurusan Psikologi.
Menurut Koentjaraningrat (1980), “Kebudayaan” berasal dari kata sansekerta “Budhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “Budhi” yang memiliki arti “Budi” atau “Akal”. Bisa diartikan “Kebudayaan” adalah hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Kebudayaan mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan, pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari sebuah kumpulan masyarakat. Jadi, Kebudayaan dalam Ilmu Budaya dasar adalah pengolahan nilai-nilai insani, usaha manusia dalam alam lingkungan baik fisik maupun sosial.
“Kenapa Ilmu Budaya Dasar harus dipelajari oleh Mahasiswa S1 Psikologi?”, seperti yang kita tahu, Psikologi mempelajari semua aspek kehidupan baik secara fisiknya maupun kehidupan sosialnya, seorang Psikolog harus mengerti setiap keadaan dan meminimalisir kesalah pahaman akan sesuatu, dari Ilmu Budaya Dasar inilah semua mahasiswa Psikologi diberi kesempatan untuk mempelajari keanekaragaman budaya yang ada di negeri ini. Seperti yang kita tahu Indonesia adalah negara kepulauan, yang memiliki keunikan dan ciri khas masing masing, tidak bisa disamakan dari satu tempat dengan tempat lainnya, terdiri atas berbagai suku bangsa, adanya perubahan yaitu pembangunan yang bersifat positif dan negatif yang bisa menimbulkan konflik, kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) karena sudah termasuk dunia global jadi semuanya dituntut serba canggih, hal ini menimbulkan dampak yang positif dan juga negatif, positif karena semakin canggih IPTEK suatu negara maka itu membuktikan bahwa negara tersebut adalah negara yang maju, tetapi hal itu juga bisa menggeser nilai nilai budaya yang ada pada negara tersebut.


Harapan dari Pembelajaran Ilmu Budaya Dasar
untuk Mahasiswa S1 Psikologi


Setelah mempelajari Ilmu Budaya Dasar, mahasiswa Psikologi diharapkan mengetahui dan mengerti tentang konsep-konsep dasar IBD dan juga memahami pengertian umum IBD yang dapat dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dapat mengenal lebih dalam mengenai dirinya sendiri dan juga orang lain yang biasanya hanya dinilai luarnya saja, IBD juga bisa dijadikan sebagai bekal penting untuk bergaul di kehidupan sosial, dimana nantinya akan bertemu dan mengenal banyak orang yang berbeda beda asalnya, mampu menghargai budaya yang ada disekitar dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang. Ilmu Budaya Dasar ini mempelajari hubungan manusia dengan kebudayaannya.


Sumber :
http://nizam-amri.blogspot.com/2011/03/ilmu-budaya-dasar.html
http://jallypop.wordpress.com/2011/11/08/perbedaan-antara-ilmu-budaya-dasar-dan-ilmu-pengetahuan-sosial/
http://p4ruli4n.wordpress.com/memahami-kosep-umum-tentang-ilmu-budaya-dasar/

Nama : Indri Adi Fitriani
Kelas : 1PA08
NPM : 13512716
indriadifitriani@gmail.com

Friday, October 5, 2012

Ilmu Budaya Dasar


PENDAHULUAN

Mata kuliah IBD adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang kebudayaan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan mata kuliah ini dapat menjadi bahasa pemersatu bagi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki satu bekal yang sama diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi. Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akan memperlancar proses pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian.
Dengan mendapat mata kuliah IBD mahasiswa diharapkan natinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudaaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. IBD bukan pelajaran sastra, bukan filsafat, bukan sesuatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Sesuai dengan namanya Ilmu Budaya Dasar, kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya, masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri. Pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna. Ini tentu menyangkut sikap moral yang diharapkan memperlengkapi mahasiswa dengan pengalaman luas yang padu yang akan membimbingnya kearah pembentukan ukuran-ukuran, rasa dan nilai-nilai dengan tidak bergantung pada orang lain.
Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapatkan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memeperlihatkan, minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya dan mengapa. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiriKeberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggungjawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dibenarkannya.
Latar belakang diberikannya IBD selain melihat konteks budaya Indonesia juga sesuai dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi dalam rangka menyempurkan pembentukan sarjana.Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas:
1. Kemampuan akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya
2. Kemampuan professional; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
3. Kemampuan personal ; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Dengan seperangkat kemampuan yang dimilikinya lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadai sarjana yang cakap, ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan umat manusia pada umumnya.


PEMBAHASAN

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
a.       Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.
b.      Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
c.       Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataanyang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat:
a.       Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
b.      Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Denganmemiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menunjuk kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan
Mahasiswa dapat memahami dan menghayati berbagai kenyataan yang diwujudkan oleh kebudayaan dan dapat mengkaji semua hubungan antara manusia dan kebudayaan, mengetahui hakekat manusia,mengerti tentang semua unsur-unsur kebudayaan Mahasiswa dapat menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
Tujuan Instruksional Khusus :
• Mahasiswa dapat menjelaskan hakekkat manusia
• Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur
• Mahasiswa dapat menunjukan bagan psiko-sosiogram manusia
• Mahasiswa dapat mendefinisikan kebudayaan
• Mahasiswa dapat menyebutkan 7 unsur kebudayaan universal
• Mahasiswa dapat menyebutkan 3 wujud kebudayaan menurut dimensi wujudnyaManusia
Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ). Dan lain sebagainya.
1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
• Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
• Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
• Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
• Nafas; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentan diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
• Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
• Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
• Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsure-unsur manusia. Seringkali misalnya orang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh Id dibandingkan super-egonya. Atau seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia, misalnya orang yang berparas buruk dan bertubuh pendek berani tampil ke muka umum, dapat diterangkan dengan mengacu pada unsur nafsu (kesadaran diri ) yang dimilikinya. Kesemuanya tersebut dapat digunakan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.
Hakekat Manusia :
1. Mahluk ciptaan Tuhan yagn terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan denan mahluk lainnya.
3. Mahluk biokultural yaitu mahluk hayati yagn budayawi.
4. Mahluk Ciptaan Tuhan yagn terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:  Mata kuliah IBD adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari.
B.     Sumber
1. Widoyo Nugroho, Ilmu Budaya Dasar; Gunadarma, Jakarta. 1996.
2. Muhamad Kadir SH, Ilmu Budaya Dasar; Fajar Agung, Jakarta, 1990.
3.www.slideshare.com/ilmu budaya dasar
4. http://ridwan202.wordpress.com/2008/10/16/manusia-sebagai-makhluk-budaya/
5.http://isbdbynurulkamilah1cmatematika.blogspot.com/2011/03/budaya.html
6.http://rizagustia.wordpress.com/2011/05/22/ilmu-budaya-dasar/


Nama : Indri Adi Fitriani
NPM : 13512716
Kelas : 1PA08
indriadifitriani@gmail.com